Alicia, dan Pipinya yang (Tak) Selalu Merah
SMA Yasporbi

Alicia, dan Pipinya yang (Tak) Selalu Merah

Rahadi W.

Tersedia 1 dari 1 eksemplar
Bagikan rekomendasi buku ini

Detail Bibliografi

Edisi
Edisi 1
Kolasi
34 hlm. ; 21 cm
No. Panggil
899.2213 RAH a
Klasifikasi
899.2213
Bahasa
Indonesia
Jenis Bahan
Electronic Resource

Catatan

Aku meletakkan gagang telepon. Tanganku merogoh saku celana. Ada sebuah bungkusan yang kusimpan di situ. Bungkusan kecil dari kertas, yang sudah lama kusimpan dalam sebuah buku lama, dan kulupakan. Kemarin, menjelang kelahiran anakku, entah mengapa aku membuka buku lama itu, dan mengambil bungkusan ini. Sekarang aku mengerti, mengapa begitu. Kubuka bungkusan itu, bunga mawar itu sudah layu dan mengering. Bunga mawar yang ditaruh Alicia di mobilku dulu. Ah, teringat lagi perkataan seorang teman... cara terbaik untuk melupakan adalah dengan tidak melupakan. Aku membawa bayi mungil itu menemui ibunya. Annisa tersenyum bahagia melihatku. Wajahnya memang tampak pucat dan letih, tapi itu tidak menutupi rona kebahagiaannya. Kuserahkan putriku ke dalam dekapan ibunya. Annisa memandang wajah bayi itu berlama-lama, seolah tak puas-puasnya. “Pah, lihatlah pipinya merah, cantik sekali,” katanya. Aku pun memperhatikannya. Benar sekali. “Jadi, siapa namanya, Pah?”

Subjek

Eksemplar

KodeLokasiJenisStatus
EBUSM 23355PERPUSTAKAAN SMA YASPORBIE-BookTersedia
Alicia, dan Pipinya yang (Tak) Selalu Merah · Perpustakaan Digital Yasporbi