Aku Belajar Memaafkan Luka-Luka Yang Tersimpan Begitu Lama Dalam Diriku
SMA Yasporbi

Aku Belajar Memaafkan Luka-Luka Yang Tersimpan Begitu Lama Dalam Diriku

Boy Candra

Boy Candra

Tersedia 1 dari 1 eksemplar
Bagikan rekomendasi buku ini

Detail Bibliografi

Penerbit
Jakarta: Sigikata
Tahun Terbit
2023
ISBN/ISSN
9786239936969
Kolasi
165 hlm.;19 x13 cm
No. Panggil
813 BOY a
Klasifikasi
813
Bahasa
Indonesia
Jenis Bahan
Text

Catatan

Aku berusaha menikmati hidup meski kadang ketika baru saja melepas lelah, sudah harus bertarung dengan pekerjaan pekerjaan baru lagi. Baru sejenak berleha-leha sudah harus kembali ke medan perang lagi. Hidup seakan diciptakan untuk terus berjuang. Hidup seolah hanyalah pilihan untuk mengumpulkan banyak angka dan uang. Aku ingin sejenak berhenti, tetapi aku takut masa muda ini habis tanpa sisa berarti. Aku merasa terus diburu oleh hal-hal yang semu. Aku merasa terus merasa dihantui ketakutan-ketakutan masa depan. Mungkin, sudah saatnya aku mempertanyakan ulang hal hal yang aku cari didunia ini. Mungkin, sudah saatnya aku memikirkan hakikat apa yang sedang aku isi dalam hidup ini. Aku berusaha menikmati hidup yang terus mendesakku ke pinggir. Aku berusaha menikmati hidup yang terus mengontrolku untuk menaklukkan takdir. Semoga di rentang waktu yang terus memberi tekanan padaku, aku menemukan alasan mengapa mengapa membiarkan diriku diburu. Semoga mendapat banyak berkah untuk merasakan lelah yang indah. Semoga banyak rezeki untuk dinikmati dengan gembira. Orang-orang tak perlu tahu seberapa banyak tumpah air mataku. Orang-orang tak perlu tahu sekeras apa aku membungkam suara tangisku. Mereka cukup melihat aku bahagia-bahagia saja. Agar mereka tidak memandangku sebagai manusia yang lemah. Biarlah tangisanku kuhadirkan dil hadapan kesepianku saja. Sebuah upaya bagiku untuk menenangkan diri. Sebab jika tak ada yang bersedia mendengarkan, barangkali air mata adalah teman yang paling ikhlas menerimaku.

Subjek

Eksemplar

KodeLokasiJenisStatus
24861PERPUSTAKAAN SMA YASPORBITextbookTersedia