Fransiskus, Manusia Pendoa
ESCOBAR
ESCOBAR, Alex Tri Kantjono Widodo
Detail Bibliografi
Catatan
“Dalam pengakuan dosa itu, sesuatu yang aneh terjadi pada saya. Saya tidak tahu apa itu, tetapi itulah yang mengubah hidup saya; saya boleh mengatakan ada sesuatu yang membuat saya tak berdaya... sesuatu yang sangat mengejutkan, sebuah pertemuan yang memesona. Saya sadar bahwa mereka sedang menantikan saya. Itulah yang disebut pengalaman religius: rasa terguncang ketika mengetahui bahwa seseorang sedang menunggu saya. Sejak saat itu, bagi saya, Tuhan adalah pihak pertama yang mencari kita. Doa tidak pernah berakhir dengan terkabulnya keinginan seseorang atau terwujudnya kehendak Tuhan; sebaliknya, kedua hal itu agaknya akan saling bertemu di tempat tertentu dan berjalan bersama-sama. Ketika doa sekadar menjadi aksi liturgi atau peristiwa sosial, kita menghadapi risiko kehilangan kekuatan dan harapan yang dibawanya. Oleh sebab itu, Paus Fransiskus percaya bahwa doa harus menjadi pusat segalanya.
Subjek
Eksemplar
| Kode | Lokasi | Jenis | Status |
|---|---|---|---|
| 24860 | PERPUSTAKAAN SMA YASPORBI | Textbook | Tersedia |