Aku Manusia Kamu Bukan Tuhan
Pradita Seti Rahayu, Bhina Wiriadinata
Detail Bibliografi
Catatan
DITATAPNYA MATAHARI LEKAT-LEKAT. Lingkarannya begitu besar—sebesar yang tak pernah dia kira. Sinar sendunya bisa dilihat ketika hari masih pagi pada jam setengah enam. Tak ada garis cakrawala yang membatasi. Hanya terhalang pepohonan dengan langit agak mendung dan awan hitam yang menyaput. Suasana yang tadi memerah kini berganti jadi keemasan. Butir-butir embun di ujung rumput yang belum terinjak menetes. Jatuh ke tanah lembut dengan gundukan halus menutupi kotoran kucing. Daun-daun diam tak bergerak karena angin tak sampai mendarat di permukaan bumi. Jalanan sedikit basah oleh gerimis yang datang sekelumit waktu subuh dengan basah tidak merata. Suasana masih sepi. Hanya beberapa ibu-ibu yang pulang dari pasar dengan belanjaan berkarung-karung yang dinaikkan ke motor ojek. Si ibu dengan aroma bau pasar di tubuhnya. Sementara si tukang ojek mengucek-ucek mata yang masih belekan dan mulut yang penuh dengan jigong serta iler. Jalanan tak beraspal itu mengoyak-oyak tukang ojek dan si ibu gendut yang memegang karung belanjaannya erat-erat.
Subjek
Eksemplar
| Kode | Lokasi | Jenis | Status |
|---|---|---|---|
| 24510 | PERPUSTAKAAN SMA YASPORBI | Textbook | Tersedia |